Jumat, 18 Mei 2012

Pembelajaran Berbasis ICT


Pembelajaran Berbasis ICT
oleh Junaina (1123011018)
Megister Teknologi Pendidikan Unila.

Bergulirnya  Kurikulum berbasis KTSP , pada dasarnya harus menjadi tantangan bagi semua pihak dalam melakukan beberapa persiapan dan pembenahan, diantaranya dalam mempersiapkan desain dan inovasi-inovasi dibidang sumber belajar, media pembelajaran dan alat peraga.
Information and Communication Technologies (ICT) atau yang dikenal dengan Teknologi Informasi komputer (TIK) adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi. TIK mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Oleh karena itu, teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan. Jadi Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media.

Ada   tiga   komponen   penting   yang   harus   disiapkan   untuk   menuju   masyarakat berbasis pengetahuan menggunakan ICT, yaitu :

    •    Infrastruktur
    •    SDM
    •    Konten dan aplikasi
Pembelajaran adalah suatu proses penciptaan lingkungan yang memungkinkan terjadinya proses belajar. Belajar dalam pengertian aktivitas dari peserta didik (pelajar) dalam berinteraksi dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan perilaku yang bersifat relatif konstan.
Belajar Meningkatkan Kecerdasan
  1. Linguistik: kecerdasan kata-kata
  2. Logika-matematika: kecerdasan nomor & sebab-akibat
  3. Spasial: kecerdasan image & gambar-gambar
  4. Musikal: kecerdasan tone, thythm, dan timbre
  5. Interpersonal: kecerdasan memahami sosial
  6. Intrapersonal: kecerdasan memahami diri sendiri


Unsur-unsur bahan ajar
Bahan ajar setidak tidaknya harus memiliki enam unsur, yaitu mencakup tujuan, sasaran, uraian materi, sistematika sajian, petunjuk belajar, dan evaluasi. Sebuah bahan ajar harus mempunyai tujuan. Tujuan harus dirumuskan secara jelas dan terukur mencakup kriteria ABCD (audience, behavior, criterion, dan degree). Sasaran perlu dirumuskan secara spesifik, untuk siapa bahan relajar itu ditujukan. Sasaran bukan sekedar mengandung pernyataan subjek orang, Namur juga harus mencakup kemampuan apa yang menjadi prasyarat yang harus sudah mereka kuasai agar dapat memahami bahan ajar ini.
Langkah-langkah pengembangan
Secara makro, pengembangan bahan ajar mencakup langkah-langkah analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, implementasi dan evaluasi. Secara mikro, langkah-langkah pengembangan bahan ajar berbasis web dimulai dari penentuan sasaran, pemilihan topik, pembuatan peta materi, perumusan tujuan, penyusunan alat evaluasi, pengumpulan referensi, penyusunan bahan, editing, upload, dan testing.
Media Pembelajaran
Segala sesuatu yang digunakan untuk menyalurkan pesan (pengetahuan, ketrampilan, dan sikap), serta dapat merangsang pikiran, perasan, perhatian dan kemauan yang belajar sehingga secara sengaja proses belajar terjadi, bertujuan, dan terkendali
Potensi TIK Dalam Pembelajaran
  1. Searching; search engine
  2. Collecting, MP3, garfik, animasi, video
  3. Creating, membuat web, membuat game
  4. Sharing, web pages, blog
  5. Communicating, e-mail, IM, chat
  6. Coordinating, workgroups, mailing list
  7. Meeting, forum, chatroom
  8. Socializing, beragam kelompok sosial on line
  9. Evaluating, on line test, on line advisor
  10. Buying-Selling on line
  11. Gaming, game on line
  12. Learning, jurnal on line, riset on line
Penerapan TIK dalam Pendidikan di Indonesia
Pengolahan informasi dan pendistribusiannya melalui jaringan telekomunikasi membuka banyak peluang untuk dimanfaatkan di berbagai bidang kehidupan manusia, termasuk salah satunya bidang pendidikan. Ide untuk menggunakan mesin-belajar, membuat simulasi proses-proses yang rumit, animasi proses-proses yang sulit dideskripsikan sangat menarik minat praktisi pembelajaran
Pembelajaran berbasis teknologi internet memberikan peluang berinteraksi baik secara sinkron (real time) maupun asinkron (delayed). Pembelajaran berbasis Internet memungkinkan terjadinya pembelajaran secara sinkron dengan keunggulan utama bahwa pembelajar maupun fasilitator tidak harus berada di satu tempat yang sama. Pemanfaatan teknologi video conference yang dijalankan dengan menggunakan teknologi Internet memungkinkan pembelajar berada di mana saja sepanjang terhubung ke jaringan komputer. Selain aplikasi unggulan seperti itu, beberapa peluang lain yang lebih sederhana dan lebih murah juga dapat dikembangkan sejalan dengan kemajuan TIK saat ini.
Buku Elektronik
Buku elektronik atau e-book adalah salah satu teknologi yang memanfaatkan komputer untuk menayangkan informasi multimedia dalam bentuk yang ringkas dan dinamis. Dalam sebuah e-book dapat diintegrasikan tayangan suara, grafik, gambar, animasi, maupun movie sehingga informasi yang disajikan lebih kaya dibandingkan dengan buku konvensional. Jenis e-book paling sederhana adalah yang sekedar memindahkan buku konvensional menjadi bentuk elektronik yang ditayangkan oleh komputer.
E-learning
Beragam definisi dapat ditemukan untuk e-learning. Victoria L. Tinio, misalnya, menyatakan bahwa e-learning meliputi pembelajaran pada semua tingkatan, formal maupun nonformal, yang menggunakan jaringan komputer (intranet maupun ekstranet) untuk pengantaran bahan ajar, interaksi, dan/atau fasilitasi. Untuk pembelajaran yang sebagian prosesnya berlangsung dengan bantuan jaringan internet sering disebut sebagai online learning. Definisi yang lebih luas dikemukakan pada working paper SEAMOLEC, yakni e-learning adalah pembelajaran melalui jasa elektronik.
Pada umumnya disepakati bahwa e-learning mencapai bentuk puncaknya setelah bersinergi dengan teknologi internet. Internet-based learning atau web-based learning dalam bentuk paling sederhana adalah website yang dimanfaatkan untuk menyajikan materi-materi pembelajaran. Cara ini memungkinkan pembelajar mengakses sumber belajar yang disediakan oleh narasumber atau fasilitator kapanpun dikehendaki. Bila diperlukan dapat pula disediakan mailing list khusus untuk situs pembelajaran tersebut yang berfungsi sebagai forum diskusi.
Fasilitas e-learning yang lengkap disediakan oleh perangkat lunak khusus yang disebut perangkat lunak pengelola pembelajaran atau LMS (learning management system). LMS mutakhir berjalan berbasis teknologi internet sehingga dapat diakses dari manapun selama tersedia akses ke internet. Fasilitas yang disediakan meliputi pengelolaan siswa atau peserta didik, pengelolaan materi pembelajaran, pengelolaan proses pembelajaran termasuk pengelolaan evaluasi pembelajaran serta pengelolaan komunikasi antara pembelajar dengan fasilitator-fasilitatornya. Fasilitas ini memungkinkan kegiatan belajar dikelola tanpa adanya tatap muka langsung di antara pihak-pihak yang terlibat (administrator, fasilitator, peserta didik atau pembelajar). ‘Kehadiran’ pihak-pihak yang terlibat diwakili oleh e-mail, kanal chatting, atau melalui video conference.
Aplikasi Internet untuk eLearning 
Internet menyediakan banyak kemudahan bagi dunia pengajaran. Sebenernya,  suatu institusi yang akan mengadakan pengajaran  online tidak perlu susah-susah  membangun perangkat lunak untuk e-learning yang dibutuhkannya. Telah tersedia  berbagai   pilihan   aplikasi   yang   bisa   dimanfaatkan   demi   memperlancar   jalannya  proses pengajaran. Pilihan aplikasi yang tersedia sangat beragam, mulai yang gratis  (di bawah open source project) hingga komersial (dibawah vendor tertentu).
Ketika memutuskan utuk menerapkan distance learning, yang harus dilakukan  pertama     kali     adalah     memahami     model     CAL+CAT     (Computer     Assisted  Learning+Computer   Assisted   Teaching)   yang   akan   diterapkan.   Beberapa   model  CAL+CAT, diantaranya adalah : 
1.  Learning Management System (LMS). LMS merupakan kendaraan utama dalam proses   pengajaran   dan   pembelajaran.   Kumpulan   perangkat   lunak   yang   ada didesain untuk pengaturan pada tingkat individu, ruang kuliah, dan institusi. Karakter utama LMS adalah pengguna yang merupakan pengajar dan peserta  didik,   dan   keduanya   harus   terkoneksi   dengan   internet   untuk   menggunakan aplikasi ini. 
2.  Computer Based Training (CBT) / Course Authoting Package (CAP). CBT adalah perangkat lunak online untuk proses pembelajaran secara local pada masing- masing computer peserta didik. Perangkat lunak ini juga bias diterapkan secara online.  Kebanyakan pengguna menggunakannya  secara offline karena faktor bandwith  yang   dibutuhkan   CBT   untuk   memproses  large   video.   CAP   adalah perangkat lunak untuk mengembangkan lunak CBT.
3.  Virtual   Laboratory.ViLAB   adalah   lingkungan   dimana   peserta   didik   dapat memperoleh   pengalaman   praktis   secara   maya/virtual. ViLAB   umumnya  dipasang secara offline pada masing-masing  komputer peserta didik, namun saati ni sudah banyak aplikasi online.
Aplikasi Pendukung 
a.  Digital Library 
Digital   Library  menawarkan   kemudahan   bagi   para   pengguna   untuk   mengakses  resource-resource   elektronik   dengan   alat   yang   menyenangkan   pada   waktu   dan  kesempatan   yang   terbatas.   Pengguna   tidak   lagi   tertarik   terhadap   operasional  secara fisik jam perpustakaan dan tidak dapat berkunjung keperpustakaan secara fisik untuk mengakses resource-resourcenya. Disinilah Digital Library sebagai alat untuk memfasilitasi dan memecahkan atas keterbatasan-keterbatasan tersebut. 
Digital Library belum didefinisikan secara jelas untuk dapat dijadikan standar atau  acuan dalam dunia pendidikan. Beberapa kata seperti “Electronic Library” atau  “Virtual Library” yang merupakan sinonimnya mungkin lebih dikenal dan sering  digunakan. Assotiation of Research Library menyandarkan pada Karen Drabenstott’s  Analytical Review of the Library of the Future [Drabenstott] atas inspirasinya dalam  mendefinisikan   Digital   Library,   Drabenstott   menawarkan   14   definisi   yang  dipublikasikan antara tahin 1987 dan 1993. Secara umum perbedaan-perbedaan  definisi tersebut dapat disederhanakan sebagai berikut :
•   Digital   Library   memerlukan   teknologi   untuk   menghubungkan  banyak resource, perpustakaan dan pelayanan informasi.
• Hubungan beberapa Digital Library dan pelayanan informasi adalah                    transparan kepada pengguna akhir.
•    Tujuannya adalah akses secara universal dan pelayanan informasi.
• Koleksi Digital Library adalah tidak terbatas terhadap dokumen,                     tetapi   berkembang   pada   digital   artifacts   yang   tidak   dapat   di                    sajikan atau distribusikan dalam format tercetak.
b.  Video on Demand 
Video on Demand  menawarkan kemudahan bagi para pengguna untuk mengakses  resource-resource digital berupa video dengan alat yang menyenangkan pada waktu dan kesempatan yang terbatas. Video ini biasanya berupa video pembelajaran,  yang dapat diakses sesuai kebutuhan, dan didistribusikan secara streaming melalui jaringan komputer.
c.  Wikipedia 
Wikipedia    menawarkan   kemudahan   bagi   para   pengguna   untuk   berkolaborasi menyusun   ensiklopedia.   Dengan   wikipedia   pengguna   dapat   membangun   naskah    secara kolaboratif, hingga dapat menjadi ensiklopedia di Internet.
d.  Blog 
Blog  menawarkan kemudahan bagi para pengguna untuk membuat tulisan, baik  formal maupun informal, seperti buku harian. Blog adalah catatan seseorang yang  dibuat untuk konsumsi publik. Dengan blog ini kita bisa sharing ilmu  pengetahuan.


e.  Mobile Learning 
Mobile   Learning  merupakan   perwujudan   elearning   dalam   perangkat   bergerak, seperti   handpone/telepon   genggam.   Dengan   mobile   learning   kita   bisa   belajar melalui handpone kita. Materi dituangkan dalam modul untuk handpone.
Kesimpulan
1.      TIK mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya
2.      Infrastruktur serta penyiapan SDM dalam bidang TIK untuk dunia pendidikan   Indonesia   sudah   cukup   berkembang,   maka   selanjutnya   upaya   untuk memperkaya konten adalah sangat penting.
3.      Beberapa   model   untuk   pembelajaran   berbasis   ICT   adalah   dengan   Learning Management Siystem (LMS), Computer Base Training (CBT), Virtual Laboratory   (Vilab).
4.      Ada beberapa tools, serta aplikasi untuk penerapa pembelajar berbasis ICT,   antara   lain   :   eMail,   Mailing   List/Forum,   Web   Portal   Pembelajaran,   Digital Library, Video on demand, Wikipedia, Blog, Mobile learning.
Referensi
  • Haryanto, Edy. (2008). Teknologi Informasi dan Komunikasi: Konsep dan Perkembangannya. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Sebagai Media Pembelajaran
·         Dikdasmen PDM Cianjur | Design by | Team Creative SMK Teknik Muhammadiyah Cianjur
·         Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas, Pedoman Penyusunan Bahan Ajar, Jakarta, 2006
·         Wahyu Purnomo. (14 Agustus 2008). Pembelajaran Berbasis ICT (disampaikan pada “Workshop Pembelajaran Berbasis ICT” di Dinas Pendidikan Propinsi Sulawesi Selatan).  http://wahyupur.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar